Beranda > Informasi Terbaru
Komitmen Peningkatan Mutu: UPT Puskesmas Manuju Realisasikan Tiga Rencana Tindak Lanjut Berdasarkan Evaluasi Masyarakat
Penulis : Admin UPT Puskesmas Manuju – 30 Desember 2025
Beranda > Informasi Terbaru
Komitmen Peningkatan Mutu: UPT Puskesmas Manuju Realisasikan Tiga Rencana Tindak Lanjut Berdasarkan Evaluasi Masyarakat
Penulis : Admin UPT Puskesmas Manuju – 30 Desember 2025
Foto : Admin UPT Puskesmas Manuju
Sebagai bentuk transparansi dan tanggung jawab penuh terhadap masukan pengguna layanan, UPT Puskesmas Manuju secara cepat menindaklanjuti beberapa poin aduan masyarakat terkait aspek waktu pelayanan, ketersediaan sarana prasarana (sarpras), serta sistem pengelolaan aduan.
Tiga pilar realisasi tindak lanjut (RTL) yang telah dilaksanakan meliputi:
1. Penguatan Sarana Prasarana Melalui Manajemen Pengadaan Alkes
Merespons aspirasi warga terkait keterbatasan sarana penunjang klinis, Puskesmas Manuju telah melakukan penataan manajemen pengadaan alat kesehatan yang dibutuhkan secara berkala. Langkah ini memastikan seluruh logistik medis dan instrumen pemeriksaan harian selalu siap serta memenuhi standar kelayakan pelayanan.
2. Efisiensi Waktu Pelayanan Melalui Sosialisasi Antrean Online
Untuk mengurai penumpukan pasien dan mempercepat kepastian waktu tunggu, pihak puskesmas menggencarkan edukasi dan sosialisasi penggunaan aplikasi antrean online langsung kepada masyarakat di ruang tunggu maupun pos-pos pelayanan wilayah. Digitalisasi ini diharapkan mampu memangkas waktu birokrasi pendaftaran secara signifikan
3. Optimalisasi Layanan Pengaduan Berkelanjutan
Sistem penyampaian aspirasi kini dibuat lebih terstruktur melalui pencatatan dan penanganan pengaduan secara rutin. Puskesmas Manuju mengombinasikan pencatatan fisik melalui Buku Pengaduan resmi serta membuka kanal digital interaktif (seperti WhatsApp dan Mobile JKN) agar keluhan masyarakat dapat direspons dan diselesaikan secara cepat serta terdokumentasi dengan baik.
Manajemen UPT Puskesmas Manuju menegaskan bahwa setiap lembar evaluasi yang diberikan oleh masyarakat tidak hanya menjadi angka statistik, melainkan motor penggerak transformasi pelayanan kesehatan yang lebih responsif, cepat, dan berkualitas